Retinoblastoma, Kanker Mata yang Menyerang Anak-anak, Ini Fakta Penting yang Wajib Diketahui Orang Tua

  • Ayu Abriyani
  • Rabu, 04 Februari 2026 | 19:31 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Seminar Awam World Cancer Day di RSUD Dr Moewardi
Seminar Awam World Cancer Day di RSUD Dr Moewardi (Foto: Riwara.id/Inung R Sulistyo)

 

RIWARA.id – Retinoblastoma, mungkin sebutan ini tampak asing bagi sebagian orang. Namun, bagi penyintas kanker, penyakit ini adalah musuh anak-anak. Retinoblastoma adalah kanker mata yang menyerang anak-anak karena sel retina yang belum matang. Penyakit ini paling sering terjadi pada usia anak di bawah 5 tahun.

Kanker jenis ini menyerang 1 dari 14.000 – 20.000 kelahiran dan penyakit ini dapat menjangkiti satu atau kedua mata sekaligus (30-35 persen kasus mengenai kedua mata). Ada 2 pola Retinoblastoma, pertama adalah Endofitik yaitu tumor yang berkembang ke dalam cavitas vitreal (dalam bola mata). Kedua, Eksofitik yaitu tumor berkembang ke arah ruang subretinal (di bawah retina).

Ada beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai adanya Retinoblastoma, di antaranya Leukokoria atau manik mata tampak putih, atau mata kucing (Amaurotic Cat’s Eye). Lalu mata juling, ketajaman penglihatan yang menurun, serta penonjolan bola mata.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Kaheksia Kanker, Gejala yang Dialami dan Bagaimana Cara Pencegahannya

Hal itu diungkapkan Dr. dr. Senyum Indrakila, Sp.M, FICS, saat menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Awam World Cancer Day yang bertema “United by Unique” Bersatu dalam Keunikan, Peduli Kanker Bersama. Acara itu digelar Rabu, 4 Februari 2026 di RSUD Dr. Moewardi.

Saat itu, dr. Senyum yang juga Team Kanker RSUD Dr. Moewardi/FK UNS mengatakan ada 5 jenis Retinoblastoma yaitu:

1. Small Tumor, dengan diameter basal atau ketebalan kurang dari 3 mm.

2. Bigger Tumor, dengan diameter basal atau ketebalan lebih dari 3 mm atau lokasi tumor kurang dari 3 mm dari foveola atau kurang dari 1,5 mm dari optic disc.

3. Contiguous Seeds, yaitu Retinoblastoma dengan subrenital seeds kurang dari 3 mm dari tumor utama dan sering disertai dengan cairan subretina.

4. Diffuse Seeds, yaitu Retinoblastoma dengan subrenital seeds lebih dari 3 mm dari tumor utama.

5. Extensive Tumor, penyakit ini berada lebih dari 50% bulbus oculi. Ditemukan glaukoma neovaskular, ada perdarahan ke ruang subretina atau vitreous, invasi anterior chamber, serta invasi saraf optikus postlaminar.

Baca juga: TERBARU! Hasil Seleksi Administrasi Dosen PKN STAN 2026, Ini Dia Link Daftar Nama dan Tahapan Selanjutnya

Lalu, ada 3 stadium Retinoblastoma:

- Stadium Awal (Prodomal) ditandai dengan lokasi tumor yang berada di retina, bola mata tenang, tidak ada rasa nyeri, tekanan mata normal, temuan khas adalah Leukokoria (cat’s eye), dan tidak ada penyebaran.

- Stadium Lanjut (Glaukomatosa) ditandai dengan lokasi tumor yang intraokular dan komplikasi, bola mata membesar dan merah, terasa nyeri, tekanan mata meningkat, temuan khas adalah Glaukoma sekunder, dan tidak ada penyebaran.

- Sta dium Sangat Lanjut (Ekstraokuler) ditandai dengan keluarnya bola mata dan exoftalmos, terasa sangat nyeri, temuan khas invasi dan metastasis. Terjadi penyebaran ke orbita, N. Optikus, dan otak.

Baca juga: Komunitas Pecinta Kucing Apresiasi Gerak Cepat Polres Blora, Hari Ini Kirim Perwakilan untuk Proses Hukum

“Jika ada gejala yang mengarah ke Retinoblastoma, ada sejumlah pemeriksaan yang perlu dilakukan yaitu Oftalmoskopi direk yang berupa pemeriksaan Red Refleks (observasi Leukokoria). Kemudian CT Scan untuk mendeteksi kalsifikasi, pemeriksaan Funduskopi (retina), pemeriksaan Ocular Ultrasonografi, MRI (Magnetic Resonance Imaging), dan Pemeriksaan Genetik,” jelasnya.

 

Dr. Senyum menyebut ada 3 cara penanganan Retinoblastoma, yaitu:

1. Fokal berupa Cryotherapy, Laser Photocoagulation, Transpupillary Thermotherapy, Transscleral Thermotherapy, dan Plaque Brachytherapy.

2. Lokal berupa External Beam Radiotherapy dan Enukleasi.

3. Sistemik berupa Kemoterapi.

Baca juga: SIAP-SIAP! Pendaftaran Mudik Gratis 2026 dari Pemprov Jateng Dibuka Pekan Depan, Ini Persyaratan dan Tata Caranya

Pasca melakukan terapi sebaiknya ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu pemeriksaan ulang secara berkala untuk mendeteksi kekambuhan selama 5 tahun. Pertama dengan GA setiap 4 bulan selama 1 tahun, lalu setiap 6 bu lan selama 2 tahun, dan tanpa GA setiap 6 bulan selama 1 tahun.

 

Dr. Senyum juga menambahkan ada sejumlah fakta penting yang harus diketahui oleh orang tua terkait Retinoblastoma:

- Penyakit ini termasuk tumor mata ganas paling sering terjadi pada anak-anak.

- Tidak ada perbedaan jenis kelamin sehingga bisa menyerang anak laki-laki maupun anak perempuan.

- Sekitar 90% terdiagnosis pada usia 3 tahun.

- Sekitar 95% pengidap kanker ini tidak ditemukan riwayat penyakit Retinoblastoma pada keluarga.

- Terjadi akibat adanya mutase pada gen RB1 tumor suppressor di lokus 14 kromosom 13.

Baca juga: DIBUKA! Pendaftaran Program Pertukaran Guru ke Korea Selatan Tahun 2026, Ini Dia Kriteria, Persyaratan, dan Tahapan Seleksinya

Pencegahan yang perlu dilakukan adalah bagi orang tua dengan riwayat Retinoblastoma segera melakukan skrining pada dokter mata. Orang tua yang tidak memiliki riwayat tetap harus memperhatikan kondisi mata anak, terutama jika ada keluhan.

“Pemeriksaan dini perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan kanker sejak awal, sehingga anak bisa kembali sehat dan hidup secara normal. Selain itu, kontrol rutin yang terjadwal sangat penting untuk mendeteksi kemungkinan adanya tumor sekunder,” pungkasnya.

Retinoblastoma adalah kanker mata yang menyerang anak-anak yang mayoritas di bawah 5 tahun. Penyebabnya adalah sel retina yang belum matang.

Foto Default
Author : Ayu Abriyani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News